Langsung ke konten utama

Luar biasa, regu putra panjat tebing sumbang satu emas dan satu perak

Total, panjat tebing sumbang tiga emas, 2 perak dan 1 perunggu.


Sport climbing Asian Games 2018 telah memasuki hari terakhir, Senin (27/8). Nomor yang dipertandingkan di hari terakhir adalah speed relay. Tim Indonesia terjun untuk memperebutkan dua emas terakhir dari panjat tebing.

Pada nomor speed relay putra, tim Indonesia berhasil meloloskan dua wakilnya ke partai final. Mereka berhasil menjadi yang terbaik Untuk speed relay putra dengan mengalahkan 12 tim lain yang berasal dari China, Hong Kong, Kazakhstan, Korea, Malaysia, Iran, Singapura, dan Thailand.

Pada laga final, tim putra Indonesia 1 terdiri dari Aspar Jaelolo, Sabri, dan Alfian M Fajri berhadapan dengan Indonesia 2 yakni Muhammad Hinayah, Rindi Sufriyanto, dan Abu Dzar Yulianto.  

Pada laga puncak, Indonesia 2 menjadi yang terbaik karena Indonesia 1 terkena diskualifikasi. 

Kini total Indonesia memiliki 22 medali emas pada ajang tahun ini. Perolehan tersebut merupakan capaian terbaik Indonesia sepanjang mengikuti Asian Games. Selain itu, Indonesia juga mendulang 14 perak dan 27 perunggu.


Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia patut berbangga karena pesilat Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas ke-29 untuk Indonesia. Namun momen tersebut rupanya jadi spesial karena Hanif tiba-tiba menuju tribun VVIP. Dirinya menuju kursi Presiden  Jokowi  dan ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia  Prabowo Subianto . Setelah memeluk satu-satu, Hanif pun memeluk keduanya berbarengan. Tentu saja momen tersebut adalah momen langka yang jarang terjadi. Momen ini kemudian mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh penonton yang hadir di Padepokan Pencak Silat TMII. Jokowi lewat akun Facebook dan Instagram-nya mengunggah momen tersebut disertai caption yang menyentuh. 1. Tulis Caption Menyentuh "Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bers...

Pengakuan Novita, penumpang yang ambil alih kemudi karena sopir lambat

Siapa sih yang nggak kesal kalau naik tranportasi umum yang membuat kamu jadi terlambat menuju tujuanmu? Rasanya hampir semua orang bakal ikut merasa kesal, apalagi jika saat itu kamu sedang terburu-buru. Kejadian serupa juga dirasakan oleh seorang wanita asal Pematangsiantar, Sumatera Utara baru-baru ini. Wanita bernama Novita Metty Purba ini harus mengalami  kejadian kurang menyenangkan  ketika ia akan berangkat dari Pematangsiantar menuju Bandara Kualanamu menggunakan jasa angkutan terkenal di kotanya, Paradep. Kejadian yang terjadi pada Selasa (21/8) kemarin, kemudian ia bagikan pada akun Facebook pribadinya. Dalam unggahannya itu, Novita menceritakan bagaimana ia akhirnya bisa sampai ke bandara tanpa terlambat. Pasalnya pada saat itu, ia dan penumpang lainnya dijanjikan akan berangkat dari loket pada pukul 04.00 WIB. Namun hingga pukul 05.10 WIB mini bus yang ditumpanginya belum juga berangkat dan baru berangkat pada pukul 05.20 WIB. Keterlambatan mini bus itu semakin ber...

'Nak terkencing nampak harimau melintas'

“HENDAK terkencing pun ada apabila harimau liar muncul secara tiba-tiba di depan mata,” kata Shahrul Azwan Abdul Halil menceritakan detik ketika bertembung dengan harimau di Taman Negara Kuala Tahan, Jerantut, hari ini. Shahrul Hazwan, 27, berkata, ketika kejadian 3.45 petang itu, dia dan tiga rakannya, Wan Kamarul Iznan Wan Ahmad Nazri, Wan Iqbal Fikri Wan Ahmad Nazri dan Wan Noriman Syah Wan Mohd Adat dalam perjalanan dari Kuala Tahan ke Kampung Pagi. Katanya, apabila tiba di Bukit Dedari, tiba-tiba seekor harimau keluar dari hutan berhampiran untuk melintas jalan raya dilalui mereka. “Kami semua tergamam dan membiarkannya melintas jalan ke hutan di seberang jalan, kami menghentikan kereta dan tidak membunyikan hon kerana bimbang mendatangkan kemarahannya. “Ini kali pertama saya lihat harimau liar di depan mata secara ‘live’. Walaupun saya membesar di Taman Negara Kuala Tahan, bukan mudah hendak melihatnya kerana kita tidak tahu bila ia akan muncul,” katanya kepada N...