Langsung ke konten utama

Bukan Karena ALKOHOL !! Ini Keterangan Polisi saat Olah TKP Kecelakaan Al Ghazali

Kecelakaan yang terjadi pada Al Ghazali, putra sulung musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty memang menghebohkan publik. Pasalnya Al diketahui sudah pingsan usai menabrak salah satu pengendara motor di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Pihak kepolisian pun akhirnya melakukan olah TKP di tempat kejadian tersebut. AKP Agus Suparyanto selaku Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Timur pun menerangkan kronologis kecelakaan yang menimpa sulung lima bersaudara itu.
“Jadi pada Selasa, 18 September 2018 pukul 09.00 telah terjadi kecelakaan di depan bank daerah Condet. Berdasarkan keterangan saksi yaitu Ahmad, pengemudi di dalamnya adalah Al Ghazali. beliau sudah diketahui pingsan dan akhirnya dibawa di pinggir bank,” kata Agus seperti yang dilansir Okezone dari akun @taante_reempong_officiaall Kamis (20/9/2018).

Kala itu tidak sedikit dari masyarakat yang berspekulasi jika Al dalam keadaan mabuk sehingga membuat konsentrasi lelaki 21 tahun itu menjadi tidak fokus. Namun hal ini ditepis oleh pihak kepolisian yang menerangkan jika Al dalam keadaan lelah.
“Ada kemungkinan beliau kelelahan, namun untuk mabuk, belum ada bukti yang mengarah kesana,” jelas Agus.
Pernyataan ini pun sebelumnya juga dikuatkan oleh keterangan Ahmad Dhani yang mengatakan jika putranya sedang sakit sehingga mudah untuk kelelahan.
Dia lagi sakit, alergi obat. Saya selalu bilang sama Al agar fokus pada penyakit itu. Untungnya ada temennya," jelas Dhani dalam tayangan Silet, RCTI.
Dhani juga sekaligus menjelaskan kondisi terkini Al yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Hal itu ia sampaikan sesudah Dhani menjenguk putranya yang dirawat di rumah Maia Estianty. Usai kecelakaan tersebut, berdasarkan keterangan dari Ahmad Dhani, Al pun diketahui langsung terbang ke Bali untuk syuting iklan.
Source : https://today.line.me/id/pc/article/Bukan+Mabuk+Ini+Keterangan+Polisi+saat+Olah+TKP+Kecelakaan+Al+Ghazali-yLYwlE

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesia patut berbangga karena pesilat Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas ke-29 untuk Indonesia. Namun momen tersebut rupanya jadi spesial karena Hanif tiba-tiba menuju tribun VVIP. Dirinya menuju kursi Presiden  Jokowi  dan ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia  Prabowo Subianto . Setelah memeluk satu-satu, Hanif pun memeluk keduanya berbarengan. Tentu saja momen tersebut adalah momen langka yang jarang terjadi. Momen ini kemudian mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh penonton yang hadir di Padepokan Pencak Silat TMII. Jokowi lewat akun Facebook dan Instagram-nya mengunggah momen tersebut disertai caption yang menyentuh. 1. Tulis Caption Menyentuh "Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, sore tadi. Begitu dinyatakan sebagai peraih medali emas kelas C setelah menundukkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam, pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah merayakan kemenangannya dengan berlari keliling arena lalu naik ke tribun penonton tempat saya duduk bers...

Pengakuan Novita, penumpang yang ambil alih kemudi karena sopir lambat

Siapa sih yang nggak kesal kalau naik tranportasi umum yang membuat kamu jadi terlambat menuju tujuanmu? Rasanya hampir semua orang bakal ikut merasa kesal, apalagi jika saat itu kamu sedang terburu-buru. Kejadian serupa juga dirasakan oleh seorang wanita asal Pematangsiantar, Sumatera Utara baru-baru ini. Wanita bernama Novita Metty Purba ini harus mengalami  kejadian kurang menyenangkan  ketika ia akan berangkat dari Pematangsiantar menuju Bandara Kualanamu menggunakan jasa angkutan terkenal di kotanya, Paradep. Kejadian yang terjadi pada Selasa (21/8) kemarin, kemudian ia bagikan pada akun Facebook pribadinya. Dalam unggahannya itu, Novita menceritakan bagaimana ia akhirnya bisa sampai ke bandara tanpa terlambat. Pasalnya pada saat itu, ia dan penumpang lainnya dijanjikan akan berangkat dari loket pada pukul 04.00 WIB. Namun hingga pukul 05.10 WIB mini bus yang ditumpanginya belum juga berangkat dan baru berangkat pada pukul 05.20 WIB. Keterlambatan mini bus itu semakin ber...

Mahasiswi Tewas Dibegal di Bandung: Ingin Dibangunkan Tahajjud, Fotonya Jatuh Tepat Pukul 2 Malam

Kasus kejahatan jalanan kembali marak terjadi di Kota Bandung. Terakhir, seorang mahasiswi tewas setelah menjadi korban begal di Jalan Cikapayang, Kota Bandung pada dini hari, Kamis (30/8/2018). Setelah menjalani perawatan di RS Boromeus Bandung selama 24 jam, korban bernama Shanda Puti Denata (23) menghembuskan napas terakhir. Shanda dibegal saat dibonceng temannya menggunakan sepeda motor, Eva saat hendak melintas di Jembatan Pasupati Bandung. Berikut 5 fakta soal aksi begal di Bandung yang menewaskan mahasiswa, dirangkum dari Tribun Jabar. 1. Kronologi Dikutip dari Tribun Jabar, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema mengatakan Pada Kamis (30/8/2018), Shanda yang dibonceng oleh Eva menggunakan sepeda motor dari arah Cihampelas, melewati jembatan Pasupati sekitar pukul 03.30 WIB. Keduanya dibuntuti pelaku berjumlah dua orang. Shanda dan Eva pun kemudian dipepet oleh pelaku. Korban dibuntuti pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor dipepet, tas korban yang dibonceng...